Pendalaman
Kita tidak perlu terkejut bahwa topik mengenai hukum bisa menjadi hal yang begitu disalahpahami dan dipelintir, karena tantangan utama Iblis terhadap Allah adalah berkaitan dengan hukum-Nya.
Beberapa orang pada zaman Yesus mengira bahwa Dia datang untuk menghapus hukum, tetapi hal itu sangat jauh dari kebenaran. Yesus justru menerangi hukum dan karakter Allah yang indah, dan datang untuk menggenapinya ( Matius 5:17, 18), untuk menunjukkan kepada kita seperti apa Allah itu.
"Hanya apabila penghormatan untuk Firman Allah yang Kudus dipelihara di dalam hati orang banyak, mereka dapat diharapkan mengenai maksud Ilahi. Adalah karena menghormati hukum Allah Israel diberi kekuatan selama pemerintahan Daud dan tahun-tahun permulaan pemerintahan Salomo; adalah melalui iman pada Firman yang hidup ini sehingga pembaruan dilakukan pada zaman Elia dan Yosia. Dan adalah dengan kebenaran Kitab-kitab Suci yang sama ini, warisan Israel yang terkaya, yang Yeremia sodorkan dalam usahanya ke arah pembaruan"-Ellen G. White, Para Nabi dan Raja (1999), jld. 2, hlm. 80.
Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi:
Ringkasan: Hidup kita tercemar oleh dosa, yang memisahkan kita dari Allah. Namun, Allah mengundang kita untuk mengenal dan mengasihi-Nya dengan segenap akal budi, hati, jiwa, dan kekuatan kita. Ketika kita melakukannya, secara alami kita akan memiliki kasih yang lebih besar terhadap sesama. Kasih seperti ini kepada Allah dan kepada orang lain tercermin dalam hukum Allah, yang diberikan untuk melindungi dan memelihara hubungan kita dengan-Nya dan dengan orang di sekitar kita. Hukum Allah adalah refleksi indah dari karakter-Nya, dan saat kita memahami hukum itu dengan benar, hubungan kita dengan Allah akan semakin erat.