Begitu Manis!
Pikirkan tentang makanan penutup favorit Anda. Apakah itu baik untuk kesehatan Anda? Mungkin Anda menggunakan madu sebagai pemanis, atau bahkan menggunakan madu Manuka karena manfaat kesehatannya yang diyakini. Jika Anda pernah mencoba sarang madu, Anda pasti tahu betapa manis dan lembut teksturnya saat meleleh di lidah Anda.
Dalam Mazmur 119: 103, 104, Alkitab menggambarkan dirinya sebagai sarang madu sebuah metafora tentang kenikmatan: "Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih daripada madu bagi mulutku! Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu."
Ya, firman Allah memang manis bagi jiwa kita dan tidak seperti apa pun yang ditawarkan dunia kepada kita. Tidak seperti banyak makanan penutup, manisnya firman Allah menyembuhkan jiwa kita dan mengubah karakter kita. Jika Anda merasa jauh dari Allah, Anda dapat berlutut, membuka Firman-Nya, dan minum dari air hidup yang hanya itu yang dapat memuaskan.
Dalam Yesaya 55: 1-13, nabi memperluas pesan yang disebutkan di atas. Luangkan waktu untuk membaca pasal ini sekarang, lalu jawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
Apakah yang diberikan Allah kepada mereka yang datang kepada-Nya untuk "makan" dari Firman-Nya?
Apakah undangan-Nya kepada Anda di sini?
Apakah tantangan-Nya?
Apakah janji-Nya?
Firman Allah yang hidup dan penuh kuasa menembus langsung ke dalam hati, pikiran, dan jiwa kita saat firman itu menantang kita untuk bertumbuh di dalam Kristus. Namun, hal ini hanya dapat terjadi sejauh mana kita meluangkan waktu dan usaha (dan ya, ini memang membutuhkan usaha) untuk menyelami Firman dengan sikap tunduk, rendah hati, dan kemauan untuk mengikuti apa yang diajarkan-Nya.