Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2026-02 Pelajaran 13 20 Jun 2026 - 26 Jun 2026

Menuju Kekekalan

Ayat Hafalan

"Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata bagaimana keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya" (1 Yohanes 3: 2)."

Bacaan Pekan Ini: Mazmur 80, 1 Tesalonika 4:17, Wahyu 21:9-27, Yesaya 25:8, Wahyu 7:17, Wahyu 21:4, Yohanes 6:44.

Selasa (Hari #4) 23 June 2026

Mempelai Perempuan

Ketika diasingkan di Pulau Patmos, murid Yohanes diberikan suatu penglihatan tentang seperti apa keadaannya ketika kita dipersatukan kembali dengan Allah untuk selama-lamanya.

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah Wahyu 21: 9-11. Analogi apakah yang diberikan, dan mengapa menurut Anda itu digunakan?

Mempelai perempuan itu cantik, dan pada hari pernikahannya, semua orang ingin melihatnya. Hari pernikahan adalah titik balik menuju kehidupan baru bersama bagi mempelai laki-laki dan perempuan, dan ini juga akan berlaku bagi hubungan kita dengan Allah saat kedatangan-Nya kembali.

Yesus telah mempersiapkan tempat bagi kita ( Yohanes 14:1-3), sebuah tempat yang begitu indah hingga sulit untuk digambarkan. Bahkan, "Bahasa manusia tidak cukup untuk menjelaskan upah orang benar. Hal itu akan diketahui oleh mereka yang memandangnya. Pikiran fana ini tidak dapat mengerti kemuliaan Firdaus Allah"-Ellen G. White, Kemenangan Akhir (1999), hlm. 713.

Meskipun kita tidak benar-benar dapat memahami seperti apa langit dan bumi yang baru kelak, Allah menunjukkan penglihatan akan tempat ini kepada Yohanes agar kita menantikan “pernikahan” yang akan segera terjadi. Sesungguhnya, kita diajak untuk "pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi" ( Kolose 3:2).

Allah sedang dengan saksama mempersiapkan peristiwa ini, dan Ia tidak ingin agar "pernikahan" ini mengejutkan kita (lihat Matius 22:1-14; Matius 25:1-13).

Alam semesta adalah jemaat yang akan menyaksikan peristiwa ini, dan kita adalah tokoh-tokoh utama dalam kisah ini. Kita akan bergabung dengan "mempelai perempuan", yaitu kota yang akan Yesus bawa bagi kita pada kedatangan-Nya yang kedua. Menariknya, umat Allah (orang-orang kudus) juga disebut sebagai mempelai perempuan (lihat Wahyu 19:7), mungkin karena mereka ada dalam "kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya" ( Wahyu 21:2).

Gambaran indah tentang Kota Kudus ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat erat antara umat Allah dan kota itu, karena keduanya disebut sebagai "mempelai perempuan". Alkitab memberikan gambaran rinci tentang "Kota suci, Yerusalem yang baru, yaitu ibu kota dan sebagai cerminan kerajaan itu, disebut "mempelai perempuan, isteri Anak Domba itu"-Ellen G. White, Kemenangan Akhir (1999), hlm. 447.

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah Wahyu 21: 9-27. Mengapa begitu sulit bagi kita saat ini untuk membayangkannya? Bagaimanakah kita dapat mulai memahami apa yang dijanjikan kepada kita di sini?