Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2026-02 Pelajaran 12 13 Jun 2026 - 19 Jun 2026

Membagikan Dia

Ayat Hafalan

"Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid" (Yesaya 50: 4)."

Bacaan Pekan Ini: Kolose 3:18-4: 6; Efesus 5:22-25, 33; Amsal 22:6, 15; 1 Petrus 2:16; 1 Tesalonika 5:17.

Rabu (Hari #5) 17 June 2026

Anak yang Tersesat

Banyak orang yang mengenal secara langsung rasa sakit dan penderitaan karena memiliki anak yang-meskipun dibesarkan dalam rumah tangga yang kuat secara rohani memilih untuk menjauh dari hubungan dengan Tuhan.

Pertanyaan Diskusi:
Efraim, bangsa pilihan Allah, menyimpang dari Allah. Apakah yang dikatakan dalam Hosea 4: 17 dan Hosea 7 mengenai dosa-dosa Efraim?

Lebih dari itu, kita membaca bahwa Rahel, nenek Efraim, secara metaforis menangis karena Efraim telah menjauh dari hubungan dengan Allah ( Yeremia 31:15). Allah menjawab kesedihannya dengan kata-kata ini dalam Yeremia 31: 16-17: "Cegahlah suaramu dari menangis, dan matamu dari mencucurkan air mata, sebab untuk jerih payahmu ada ganjaran, demikianlah firman TUHAN; mereka akan kembali dari negeri musuh. Masih ada harapan untuk hari depanmu, demikianlah firman TUHAN: anak-anak akan kembali ke daerah mereka."

Pertanyaan Diskusi:
Alih-alih menangisi anak yang sesat, Rahel diminta untuk memiliki pengharapan. Apa lagikah yang disampaikan dalam pasal ini? Baca Yeremia 31: 18-19.

Melalui kisah-kisah ini, kita belajar bahwa selalu ada harapan (seperti untuk Efraim dan Gomer), karena Allah tidak pernah menyerah. Meskipun Allah menegur umat-Nya yang tersesat berulang kali, belas kasihan-Nya tidak pernah gagal, dan pesan-Nya dalam pasal ini terus berlanjut (lihat Yeremia 31:20).

Kita mungkin merasa sangat terluka, frustrasi, dan putus asa, bahkan mungkin berbicara negatif tentang orang-orang terdekat kita yang telah menjauh dari hubungan dengan Allah. Namun, Allah mengingatkan kita bahwa Ia tidak melupakan anak yang tersesat-sama sekali tidak! Pikiran Allah terhadap orang seperti itu tidak hanya sesaat, melainkan penuh kasih dan ketulusan. Bahkan, Allah berkata bahwa hati-Nya merindukan mereka. Ia sangat menginginkan mereka untuk kembali kepada-Nya, dan belas kasihan-Nya sangat besar.

Pertanyaan Diskusi:
Bagaimanakah perasaan Anda mengetahui bahwa inilah tanggapan Allah terhadap kesedihan Rahel atas kesesatan Efraim? Bagaimanakah hal ini menantang atau menguatkan Anda terhadap orang-orang yang Anda kenal yang telah menjauh dari hubungan dengan Tuhan?