Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2026-02 Pelajaran 11 06 Jun 2026 - 12 Jun 2026

Kemunduran

Ayat Hafalan

"Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita" (Roma 5: 3-5)."

Bacaan Pekan Ini: Markus 4:35-41; Markus 5:21-34; Roma 5:3-5; Ayub 19:23-27; Ayub 23:8-12; Lukas 24: 13-27; Roma 8:18, 28.

Minggu (Hari #2) 07 June 2026

Badai Kehidupan

Yesus telah menghabiskan hari itu mengajar kerumunan besar orang di tepi pantai Galilea. Kata-kata Yesus akan bergema dalam pikiran orang-orang untuk waktu yang lama, bahkan hingga kekekalan.

Saat malam tiba, Yesus berbicara kepada murid-murid-Nya, mengundang mereka dalam perjalanan bersama-Nya. "Marilah kita bertolak ke seberang" ( Markus 4:35). Yesus tahu badai akan datang, tetapi tetap mengajak mereka pergi. Ia memiliki pelajaran hidup penting yang ingin Ia ajarkan kepada para pengikut terdekat-Nya. Anda mungkin sudah tahu apa yang terjadi selanjutnya.

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah kembali kisah badai ini dalam Markus 4: 35-41. Pelajaran iman apakah yang bisa Anda ambil dari peristiwa ini?

Pertimbangkan poin-poin berikut:

Yesus tertidur dengan kepala di atas satu-satunya bantal di perahu. Perahu nelayan biasanya hanya memiliki satu bantal, yang digunakan oleh pengemudi di buritan. Posisi buritan adalah tempat pengemudi mengarahkan kapal. Jadi, di sini Yesus berada di posisi "pengemudi" perahu, namun Ia tertidur.

Tidak semua murid itu baru dalam hal berlayar. Petrus, Yakobus, dan Yohanes adalah nelayan berpengalaman. Mereka mengenal Danau Galilea seperti telapak tangan mereka dan tahu cara menghadapi badai.

Ini adalah satu-satunya catatan dalam Injil di mana Yesus tertidur. Di tengah salah satu badai terburuk dalam hidup mereka, saat para murid sangat ketakutan dan mengira akan mati, Yesus tertidur di buritan.

Respons para murid dalam saat krisis adalah: "Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?" ( Markus 4:38). Mereka mempertanyakan karakter Yesus dan kasih-Nya. Terlalu sering, ini juga menjadi respons kita ketika menghadapi masa sulit.

Dalam keputusasaan, kita bisa mencoba menyelamatkan diri sendiri (seperti para murid), atau saat merasakan sakit dan kehilangan, kita mulai meragukan kasih dan perhatian Allah kepada kita. Kita mengira bahwa Allah harus bertindak seperti yang kita pikirkan dari perspektif manusiawi kita. Tetapi, seperti para murid, justru dalam badai kehidupan, Allah dapat melakukan mukjizat terbesar. Allah selalu setia, bahkan saat ketidakterlibatan-Nya tampak tidak masuk akal bagi kita. Ia hadir dalam badai kita dan dapat menenangkan badai ketika kita tidak bisa.

Pertanyaan Diskusi:
Apakah respons Anda ketika menghadapi badai dalam hidup? Bagaimanakah momen-momen seperti itu memengaruhi hubungan Anda dengan Allah? Kapan terakhir kali Anda menjalani hidup berdasarkan 2 Korintus 5: 7?