Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2026-01 Pelajaran 11 07 Mar 2026 - 13 Mar 2026

Hidup Bersama Kristus

Ayat Hafalan

"Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan" (Kolose 3: 14)."

Bacaan Pekan Ini: Kol. 3: 1–17; Rm. 1: 18; Rm. 6: 1-7; Ef. 4: 22-24; Ul. 7: 6-8; 1 Sam. 16: 23.

Selasa (Hari #4) 10 March 2026

Diperbarui dalam Pengetahuan

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah Kolose 3: 6-11. Bagaimanakah Paulus melanjutkan alur pemikirannya ini?

Kata-kata awal dalam Kolose 3: 8 menandai perubahan dramatis dan tegas dari kematian menuju kehidupan: "Tetapi sekarang." Kata “sekarang" dalam bahasa Yunani memiliki penekanan khusus. Sekarang, yaitu karena kamu telah dibangkitkan bersama Kristus dan mencari perkara-perkara yang di atas, hidupmu saat ini harus menunjukkan perbedaan yang jelas dengan kehidupanmu yang dahulu. Setelah mematikan "segala sesuatu yang duniawi" ( Kol. 3: 5), "sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu" ( Kol. 3: 8).

Baik amarah maupun murka dapat menggambarkan respons kebenaran Allah terhadap dosa (seperti yang disinggung kemarin), sebagaimana juga yang ditunjukkan oleh Yesus ( Mrk. 3: 5; Why. 6: 16). Sebaliknya, kita didorong untuk "cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah" ( Yak. 1: 19-20). Kedengkian mengharapkan kemalangan bagi orang lain. Fitnah bertujuan untuk mencemarkan nama baik. Paulus juga mengutuk kata-kata kotor dan tidak senonoh. Akhirnya, "berbohong satu sama lain dilarang" (bandingkan Imamat 19: 11, 18), karena “kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya" ( Kol. 3: 9).

Apa yang Paulus maksud dengan "manusia lama" sebagai lawan dari "manusia baru"? Lihat Roma 6: 6 dan Efesus 4: 22-24.

Kata kerja yang digunakan Paulus untuk menggambarkan perubahan dari manusia lama ke manusia baru mengandung kiasan tentang pakaian, seolah-olah seseorang menanggalkan pakaian lama yang kotor dan mengenakan pakaian putih yang baru (bandingkan Za. 3: 4). Perbedaan lama/baru yang serupa, juga ditemukan dalam konteks Perjanjian Lama dan Baru, yang masing-masing dicirikan oleh hukum yang tertulis secara lahiriah dan oleh hukum yang ditulis oleh Roh di dalam hati ( 2 Kor. 3: 4-18).

Metafora-metafora ini menggambarkan pertobatan dan dampaknya, yang oleh Paulus disebut sebagai “ciptaan baru” ( 2 Kor. 5: 17). Kita “diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya ( Kol. 3: 10), yang adalah gambar Allah yang tidak kelihatan ( Kolose 1: 15). Memperoleh pengetahuan akan Kristus melalui Firman-Nya mengubah kita "menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar" ( 2 Kor. 3: 18). Dengan demikian, kita tidak lagi terikat oleh batas-batas etnis, geografis, dan sosial ( Kol. 3: 11), karena kita adalah warga dari kerajaan yang lebih mulia.