Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2026-01 Pelajaran 10 28 Feb 2026 - 06 Mar 2026

Sempurna dalam Kristus

Ayat Hafalan

"Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus" (Kolose 2: 16, 17)."

Bacaan Pekan Ini: Kolose 2; Ibr. 7: 11; Yes. 61: 3; 1 Kor. 3: 6; Ul. 31: 24-26; Rm. 2: 28, 29; Rm. 7: 7.

Selasa (Hari #4) 03 March 2026

Dipakukan pada Kayu Salib

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah Kolose 2: 11-15. Masalah apakah yang tampaknya sedang dilawan oleh Paulus di sini?

Seberapa sering kita melihat ayat-ayat ini, khususnya Kolose 2: 14, disalahgunakan sebagai alasan menentang Sabat hari ketujuh?

Untuk memahami ayat-ayat ini, ada dua penafsiran utama yang diajukan oleh umat Advent Hari Ketujuh: Pertama, "surat hutang" yang dipakukan pada kayu salib adalah daftar tuduhan yang ditujukan "mendakwa kita," mirip dengan tulisan yang digantung Pilatus di atas salib Yesus ( Mat. 27: 37; Yoh. 19: 19, 20). Atau, kedua, hukum upacara yang ditulis Musa (lihat Ul. 31: 24-26) yang dipakukan pada kayu salib.

Ketika kita melihat ayat ini dalam konteks yang lebih luas, jelas bahwa yang dibahas adalah hukum upacara.

Paulus juga merujuk pada "sunat yang bukan dilakukan oleh manusia" ( Kol. 2: 11), yaitu "sunat hati" ( Rm. 2: 28, 29; bandingkan Ul. 30: 16), yang tampaknya dibedakan dengan sunat daging, salah satu ketentuan terpenting dalam hukum upacara ( Im. 12: 3; bandingkan Kel. 12: 48).

Paulus kemudian menghubungkan perubahan dari dalam hati "menanggalkan tubuh yang berdosa" dengan baptisan selam. Dalam baptisan ini, kita mengambil bagian dalam kematian dan kebangkitan Kristus ( Kol. 2: 11, 12).

Pengalaman pertobatan ini kemudian disamakan dengan keadaan "mati dalam pelanggaran" dan "telah dihidupkan …" bersama Kristus, yang telah "mengampuni segala pelanggaran kita” ( Kol. 2: 13).

Kata "ketentuan-ketentuan hukum" ( Kol. 2: 14) mengacu pada keputusan hukum, baik yang bersifat sekuler ( Luk. 2: 1; Kis. 17: 7) ataupun gerejawi ( Kis. 16: 4). Satu-satunya penggunaan lain dari kata Yunani ini dalam tulisan Paulus mengacu pada hukum upacara, yang membentuk tembok pemisah antara orang Yahudi dan bukan Yahudi ( Ef. 2: 14, 15).

Karena Paulus telah membahas pengampunan dosa dan perubahan dari dalam hati yang disimbolkan melalui baptisan, kecil kemungkinan ia akan kembali ke topik yang sama dengan metafora yang berbeda yang tidak digunakan di bagian lain dalam Kitab Suci. Sebaliknya, Paulus tampaknya menekankan poin yang serupa dengan yang terdapat dalam kitab Efesus bahwa orang percaya bukan Yahudi di Kolose tidak perlu khawatir tentang menuruti hukum upacara, termasuk sunat, maupun tentang hukum penyucian yang menyertainya (bandingkan Kis. 10: 28, 34, 35).

Jadi jelas, Paulus tidak menyatakan bahwa Sepuluh Perintah Allah telah dipakukan di kayu salib, terutama karena di bagian lain ia mendefinisikan dosa sebagai pelanggaran terhadap Sepuluh Perintah Allah ( Rm. 7: 7).