Pendalaman
Bacalah tulisan Ellen G. White, "Jatuhnya Kota Yerikho," dalam Alfa dan Omega, jld. 2. hlm. 91–104.
"Dosa keji yang telah memimpin kehancuran Akhan berakar pada sifat tamak, di antara segala dosa, inilah yang paling biasa terjadi dan yang paling dianggap remeh.
"Akhan mengakui kesalahannya, tetapi sudah terlambat waktunya, saat mana pengakuan itu dapat menjadi keuntungan bagi dirinya. Ia telah melihat bala tentara Israel kembali dari Ai dengan kekalahan serta kekecewaan; namun demikian ia tidak berani maju ke depan dan mengakui dosanya. Ia telah melihat Yosua dan tua-tua Israel bersujud di atas bumi dalam kesedihan yang tidak terlukiskan oleh kata-kata. Andaikata ia telah mengadakan pengakuan pada saat itu, ia akan dapat memberikan bukti adanya pertobatan yang sejati; tetapi ia tetap berdiam. Ia telah mendengar pengumuman bahwa satu kejahatan besar telah dilakukan, dan malahan telah mendengar sifat kejahatan itu disebutkan. Tetapi bibirnya terkatup terus. Kemudian datanglah penyelidikan yang khidmat itu. Betapa jiwanya telah dipenuhi oleh kegentaran apabila ia melihat suku bangsanya dinyatakan, kemudian keluarga dan rumah tangganya! Tetapi ia tetap tidak mengadakan pengakuan, sampai jari Allah menunjuk kepada dirinya. Barulah, apabila dosanya tidak dapat disembunyikan lagi, ia mengakui apa yang sebenarnya. Betapa seringnya pengakuan serupa diadakan. Ada satu perbedaan yang besar antara mengakui kenyataan-kenyataan setelah semuanya itu dibuktikan dengan pengakuan dosa-dosa yang hanya diketahui oleh diri sendiri, dan Allah saja. Akhan tidak akan mengadakan pengakuan kalau ia tidak berharap bahwa dengan berbuat hal itu akan dapat melepaskan dirinya dari akibat-akibat kejahatannya" Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 2, hlm. 101, 103.
Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi: