Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2025-02 Pelajaran 8 17 May 2025 - 23 May 2025

Dasar Mazmur: Bagian 1

Ayat Hafalan

"Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya" (Wahyu 14: 1)."

Bacaan Pekan Ini: Ibr. 9: 11- 15; Mazmur 122; Mazmur 15; Mazmur 24; Kel. 33: 18-23; Mazmur 5; Mzm. 51: 7- 15.

Selasa (Hari #4) 20 May 2025

Hukum di Hati Kita

Umat sisa yang berkumpul di Sion memiliki nama yang terukir di dahi mereka: nama Bapa dan Anak Domba. (Apakah ini dua nama yang berbeda diragukan; Yesus adalah gambar dari Bapa itu sendiri!) Sebuah "nama" dalam Kitab Suci menandakan lebih dari sekadar label yang digunakan orang untuk menyapa satu sama lain; itu adalah karakter. Sampai hari ini, banyak budaya masih mengatakan bahwa seseorang memiliki "nama baik" ketika orang menilai tinggi akan karakternya.

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah Keluaran 33: 18-23, Keluaran 34: 1-7, dan Mazmur 119: 55. Ketika Musa meminta untuk melihat kemuliaan Tuhan, apakah yang Tuhan janjikan untuk ditunjukkan kepadanya? Kemudian ketika Tuhan menyatakan nama-Nya kepada Musa (Ket. 34: 5), apakah yang terjadi selanjutnya?

Beberapa orang menggambarkan kemuliaan Tuhan sebagai cahaya cemerlang yang tidak dapat didekati, yang tentunya merupakan gambaran yang tepat. Tetapi kemuliaan Tuhan lebih dari sekadar tampilan visual; kemuliaan-Nya adalah karakter-Nya. Sama halnya dengan nama Tuhan.

Ketika Alkitab menggambarkan umat sisa dengan nama Allah tertulis di dahi mereka, itu bukan tentang memiliki huruf-huruf harfiah yang tertulis di sana; ini adalah mengenai memiliki karakter Tuhan yang tertulis di pikiran, hati Anda, dan sekarang dalam hidup kita, kita mencerminkan kasih dan karakter Tuhan. Anda telah ditarik dekat dengan Tuhan, dan Anda mengasihi-Nya apa adanya dan karena apa yang telah Dia lakukan untuk Anda.

Betapa menariknya juga, ketika Tuhan menggambarkan diri-Nya kepada Musa, Dia melakukannya bersamaan dengan Musa menerima salinan lain dari Sepuluh Perintah, yang juga merupakan transkrip dari karakter-Nya. Demikian pula, orang-orang yang memiliki "nama" Allah dalam Wahyu 14 digambarkan sebagai orang-orang yang "menuruti perintah Allah." Kemudian perhatikan kata-kata yang terdapat dalam Ibrani: "'lnilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu,' Ia berfirman pula: 'Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka, dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka"' ( Ibr. 10: 16, 17). Ungkapan Injil yang luar biasa: meskipun hukum Tuhan tercermin dalam hidup kita, kita tetap membutuhkan agar dosa-dosa kita "tidak diingat lagi."

Nama Tuhan adalah karakter-Nya. Hukum moral-Nya adalah transkrip dari karakter-Nya. Dan mereka yang berkumpul di bukit suci Tuhan di akhir zaman diresapi dengan kasih kepada Tuhan, kasih yang dimanifestasikan oleh ketaatan pada hukum-Nya.

Pertanyaan Diskusi:
Jika kita diselamatkan oleh iman dan bukan oleh hukum, lalu apakah pentingnya hukum Tuhan? (Lihat 1 Yoh. 5: 3).