Hukum di Hati Kita
Umat sisa yang berkumpul di Sion memiliki nama yang terukir di dahi mereka: nama Bapa dan Anak Domba. (Apakah ini dua nama yang berbeda diragukan; Yesus adalah gambar dari Bapa itu sendiri!) Sebuah "nama" dalam Kitab Suci menandakan lebih dari sekadar label yang digunakan orang untuk menyapa satu sama lain; itu adalah karakter. Sampai hari ini, banyak budaya masih mengatakan bahwa seseorang memiliki "nama baik" ketika orang menilai tinggi akan karakternya.
Beberapa orang menggambarkan kemuliaan Tuhan sebagai cahaya cemerlang yang tidak dapat didekati, yang tentunya merupakan gambaran yang tepat. Tetapi kemuliaan Tuhan lebih dari sekadar tampilan visual; kemuliaan-Nya adalah karakter-Nya. Sama halnya dengan nama Tuhan.
Ketika Alkitab menggambarkan umat sisa dengan nama Allah tertulis di dahi mereka, itu bukan tentang memiliki huruf-huruf harfiah yang tertulis di sana; ini adalah mengenai memiliki karakter Tuhan yang tertulis di pikiran, hati Anda, dan sekarang dalam hidup kita, kita mencerminkan kasih dan karakter Tuhan. Anda telah ditarik dekat dengan Tuhan, dan Anda mengasihi-Nya apa adanya dan karena apa yang telah Dia lakukan untuk Anda.
Betapa menariknya juga, ketika Tuhan menggambarkan diri-Nya kepada Musa, Dia melakukannya bersamaan dengan Musa menerima salinan lain dari Sepuluh Perintah, yang juga merupakan transkrip dari karakter-Nya. Demikian pula, orang-orang yang memiliki "nama" Allah dalam Wahyu 14 digambarkan sebagai orang-orang yang "menuruti perintah Allah." Kemudian perhatikan kata-kata yang terdapat dalam Ibrani: "'lnilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu,' Ia berfirman pula: 'Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka, dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka"' ( Ibr. 10: 16, 17). Ungkapan Injil yang luar biasa: meskipun hukum Tuhan tercermin dalam hidup kita, kita tetap membutuhkan agar dosa-dosa kita "tidak diingat lagi."
Nama Tuhan adalah karakter-Nya. Hukum moral-Nya adalah transkrip dari karakter-Nya. Dan mereka yang berkumpul di bukit suci Tuhan di akhir zaman diresapi dengan kasih kepada Tuhan, kasih yang dimanifestasikan oleh ketaatan pada hukum-Nya.