Profil Jemaat
Informasi Detail & Sejarah Pelayanan Jemaat
Peta Lokasi Jemaat
Koordinat: 1.4566118461953714, 124.9709372047891
Default Kantor Wilayah
Sejarah Singkat Jemaat
Sejarah perkembangan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Kema
GMAHK Jemaat Kema telah diorganisir secara administrasi tanggal 30 Mei tahun 2006, dan yang menjadi jemaat induk adalah jemaat Kaima.
Dalam catatan sejarah jemaat Kaima; “Pada tahun 1991 terjadi pengembangan jemaat yaitu dimulainya pelayanan sekolah Sabat cabang Kema yang tempat perbaktiannya dilaksanakan di rumah keluarga Wangko-Sumanti di wilayah Kema-II Lorong kiri sebelum jembatan desa Kema-2. Setiap sabat secara bergantian kelas-kelas sekolah Sabat datang melayani bersama dengan beberapa anggota jemaat yang ada disana. Saudara Henoch Pangalila ditunjuk sebagai ketua jemaat cabang Kema-II dan dengan kerja keras bersama seluruh anggota jemaat Kaima dibangunlah tempat perbaktian semi permanen di Kema-II. Namun oleh karena satu dan lain hal maka perbaktian jemaat Kema-II hanya sempat bertahan sampai tahun 1993 dimana akhirnya pengelolaan jemaat Kema-II beralih ke jemaat Kawiley tetapi ini juga tidak sempat bertahan dan akhirnya pelayanan di jemaat Kema-II berhenti tahun 1994.”
Menurut beberapa sumber sejarah, di antara tahun 1990-an sampai tahun 2000-an di desa Kema sudah mempunyai 3 titik pelayanan, yaitu antara lain; Kema II, Kema I dan Pimpin (di mana Jemaat Pimpin juga berada di kampung kema I namun terletak di wilayah jaga IX sedangkan Jemaat Kema I terletak di wilayah jaga VIII). Di tahun-tahun ini juga merupakan waktu pelayanan dari GMAHK Jemaat Kaima yang secara resmi dalam pembentukan cabang sekolah sabat Kema tepatnya di Kema I, dan di waktu yang sama beberapa jemaat lain seperti; Jemaat Kawiley dan Jemaat Treman juga memperhatikan pengembangan jemaat di wilayah Kema. Pelayanan ini juga telah dikuatkan oleh Pdt. Robert Siby dalam kesaksiannya Sabat 30 Mei 2026 dalam pembukaan khotbah di jemaat Kema, dimana mereka adalah anak-anak muda diwaktu itu bersama dengan Pdt. Ruddie Frans juga orang muda dan remaja lainnya yang tergabung dalam pelayanan PA Minardi yang seringkali mengadakan kunjungan pelayanan ke Kema dan Pimpin dalam bentuk acara PA, pementasan drama akhir zaman dsb.
Pelayanan sudah dimulai di desa Kama II di keluarga opa Wangko. Menurut kesaksian dari ibu Treis Wangko yang juga adalah anak dari Keluarga Wangko-Sumanti,
Pelayanan Penginjilan dan ibadah GMAHK di desa Kema sudah dimulai diperkirakan pada tahun 1950-an oleh keluarga Wangko-Sumanti, seiring dengan melaksanakan tugas Negara sebagai mantri tentara yang ditempatkan di desa Kema dan berdomisili tepatnya di desa Kema II. Berjalannya waktu, hasil koordinasi keluarga Wangko-Sumanti dan pimpinan GMAHK Daerah Minahasa Utara dan Maluku Utara begitu juga dari Institusi yaitu Universitas Klabat membuat beberapa ceramah, alhasil dalam pelayanan keluarga Wangko-Sumanti yang gigih dan konstan sehingga menghasilkan baptisan yang pertama yaitu Keluarga Sendouw-Wagiu yang juga dikenal dengan nama panggilan Opa Otan yang juga merupakan opa dan oma dari Trendi Sendouw.
Pada tahun 1996 ini, jemaat Kaima membuka Sekolah Sabat Cabang di desa Kema I yang perbaktiannya berlangsung di rumah keluarga Sendow-Gerungan yang dikenal dengan nama panggilan Tanta Keke (orang tua dari Yoris Sendouw). Anggota jemaat begitu giat melaksanakan perbaktian bersama beberapa keluarga anggota baru di Kema I dengan acara Sekolah Sabat (SS) yang dikoordinir oleh pemimpinnya Ztr. Rorimpandey-Kaunang dengan mengutus anggota kelas SS secara bergantian untuk pelayanan setiap Sabat. Atas upaya dari beberapa anggota jemaat Kema dan dikoordinasi oleh pimpinan Jemaat waktu itu yakni Pdt. Frans Togas (Ketua), Sdr. Lexi Palit (Ketua), Sdr. Andreas Mudeng (Ketua), Sdr. Jootje Rumampuk (Ketua), maka diusahakanlah upaya pencarian lahan untuk pembangunan gedung Gereja Kema. Maka atas pertolongan Tuhan melalui Keluarga Dodie-Ngantung yang tinggal di Amerika Serikat bersedia memberikan bantuan lahan untuk pembangunan Gereja yang representatif. Untuk pelayanan di Kema I maka ditunjuklah saudara Andreas Mudeng yang juga merupakan salah satu Ketua Jemaat Kaima pada waktu itu. Pelayanan dan perbaktian serta penarikan jiwa-jiwa di Kema I berjalan dengan lancar dimana setiap Sabat ada satu kelompok kelas Sekolah Sabat yang melayani disana. Pada bulan Juli tahun 1999 oleh donator keluarga Dodie-Ngantung yang bekerja di Amerika Serikat membeli dan menyumbangkan tanah pekarangan untuk tempat perbaktian. Dan dengan semangat yang tinggi bersama-sama dengan anggota Jemaat Kaima serta saudara-saudara anggota kelas Sekolah Sabat di Kema, dimulainya pembangunan gereja Kema I. Peletakan batu pertama dilakukan lewat ibadah yang dipimpin oleh Ketua Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur yaitu pendeta Reinhold Kesaulya, MPH. Dan sampai saat ini Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Kema I tetap ada dan berjalan dengan lokasi gereja di jalur jalan Kema-Bitung (Selengkapnya Sejarah Jemaat Kema I, ada di arsip GMAHK Jemaat Kema).
Pada tahun 1998 jemaat Kaima membuat cabang sekolah sabat di Kema I yaitu di rumah keluarga Sendouw Gerungan dan pada waktu itu dilayani oleh Pdt. Jefry Bakulu. Pelayanan, perbaktian serta penarikan jiwa-jiwa di Kema I berjalan dengan lancar.
Menurut kesaksian dari Joris Sendouw yang juga adalah anak dari keluarga Sendouw-Gerungan (tante Keke); Sebelum tahun 1998, Kampung Kema memiliki perbaktian sederhana dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Perbaktian tersebut berada tepatnya di tiga titik dalam cakupan pemerintahan desa Kema yaitu Kema I dan Kema II. Di kema I terdapat dua perbaktian, yaitu Pimpin dan Kema I. Saat itu kumpulan ibadah hanya dihadiri oleh beberapa orang atau keluarga. Keluarga-keluarga ini tersebar dalam perbaktian di Kema I, Kema II dan Pimpin yang sedianya memiliki jemaat induk masing-masing, yaitu GMAHK Jemaat Kawiley, GMAHK Jemaat Kaima dan GMAHK Jemaat Treman. Umat-umat Tuhan ini berdomisili di desa Kema sehingga dari jemaat induk masing-masing membuat perbaktian dan cabang pelayanan atau Cabang Sekolah Sabat di desa Kema.
Pelayanan dan ibadah Sabat berlangsung dengan baik dan harmonis dan ini dibuktikan dan menurut kesaksian, mereka seringkali saling berkunjung dan menjalankan ibadah antara cabang sekolah sabat (CSS) atau waktu-waktu tertentu ada gabungan bersama.
Berjalannya waktu, Pelayanan Jemaat Kema dan pembangunan fisik gereja tetap berlangsung dan pada hari Minggu tanggal 2 Juni 2019 diadakan serah terima sebidang tanah gereja dari Keluarga Dodie-Ngantung kepada GMAHK Kema dengan ditandatangani surat hibah.
Jemaat Kema diorganisir pada tanggal 30 Mei Tahun 2006.
Pioneer Jemaat:
1. Kel. Sendouw - Gerungan
2. Kel. Sendouw - Malonda
3. Kel. Sendouw - Kaseger
4. Kel. Tuerah - Kasim
5. Kel. Madeole - Suharjo
6. Kel. Oma Mariyam
7. Kel. Sumual - Sendouw
8. Kel. Togas - Sumendap
9. Kel. Ganda - Sampelan
10. Kel. Wijoyo - Murni
11. Kel. Lomboan - Wewengkang
12. Kel. Sundah - Korengkeng
13. Kel. Saroinsong - Lolowang
Pertambahan keanggotan jemaat (Tahun 2006):
- Ernny Tangkudung
- Aresta Daraeng
- Budi Utomo
- Julita Sundah
- Polin Watuna
- Meylan Mononutu
Hingga tahun 2022 Sudah beranggotakan 85 orang anggota baptis dan jumlah keseluruhan termasuk dengan anak-anak dan yanb belum dibaptis berjumlah 110 orang.
Pendeta-pendeta yang pernah melayani:
1. Pdt. Ruddie Frans
2. Pdt. Arifin Wijoyo (Alm)
3. Pdt. Jacky Luturmas
4. Pdt. Jimmy Mumek
5. Pdt. Vicky Tiwow
6. Pdt. Arjan Kodina
7. Pdt. Thomas Natty
8. Pdt. Jhon Makalew
9. Pdt. Frans Kaparang
10. Pdt. Jonathan Fallo
11. Pdtm. Kiven Kawonal (April - Juli 2025)
12. Pdt. Frans Bihoy (1 Agustus 2025 -)
Officers Jemaat:
Tahun 2006.
Ketua : Yurim Lomboan, Jorij Sendouw
Sekretaris : Lukas Madeole
Bendahara : Elisabet Kaseger
Tahun 2007.
Ketua : Yurim Lomboan, Jorij Sendouw
Sekretaris : Lukas Madeole
Bendahara : Yakob Sendouw
Tahun 2008.
Ketua : Yurim Lomboan, Jorij Sendouw
Sekretaris : Lukas Madeole
Bendahara : Ernny Tangkudung
Tahun 2009.
Ketua : Yakob Sendouw, Jorij Sendouw
Sekretaris : Lukas Madeole
Bendahara : Ernny Tangkudung
Tahun 2010.
Ketua : Yakob Sendouw, Jorij Sendouw
Sekretaris : Lukas Madeole
Bendahara : Ernny Tangkudung
Tahun 2011.
Ketua : Jorij Sendouw, Lukas Madeole
Sekretaris : Polin Watuna
Bendahara : Ernny Tangkudung
Tahun 2012.
Ketua : Jorij Sendouw
Sekretaris : Polin Watuna
Bendahara : Ernny Tangkudung
Tahun 2013.
Ketua : Jorij Sendouw
Sekretaris : Polin Watuna
Bendahara : Ernny Tangkudung
Tahun 2014.
Ketua : Jorij Sendouw
Sekretaris : Polin Watuna
Bendahara : Ernny Tangkudung
Tahun 2015.
Ketua : Jorij Sendouw
Sekretaris : Polin Watuna
Bendahara : Fransin Langi
Tahun 2016.
Ketua : Jorij Sendouw, Aldus Sahala
Sekretaris : Ernny Tangkudung
Bendahara : Polin Watuna
Tahun 2017.
Ketua : Jorij Sendouw, Aldus Sahala
Sekretaris : Ernny Tangkudung
Bendahara : Polin Watuna (dilanjutkan oleh ketua Jorij Sendouw
Tahun 2018.
Ketua : Jorij Sendouw, Aldus Sahala
Sekretaris : Ernny Tangkudung
Bendahara : Trendy Sendouw
Tahun 2019.
Ketua : Jorij Sendouw, Aldus Sahala
Sekretaris : Ernny Tangkudung
Bendahara : Trendy Sendouw
Tahun 2020.
Ketua : Trendy Sendouw, Syenny Bobane
Sekretaris : Ernny Tangkudung
Bendahara : Jorij Sendouw
Tahun 2021.
Ketua : Aldus Sahala, Syenny Bobane
Sekretaris : Ernny Tangkudung
Bendahara : Jorij Sendouw
Tahun 2022.
Ketua : Syenny Bobane, Ivonne Mamentu
Sekretaris : Ernny Tangkudung
Bendahara : Jorij Sendouw
Tahun 2023.
Ketua : Syenny Bobane, Joris Sendouw
Sekretaris : Ernny Tangkudung
Bendahara : Gusni Pasongli
Tahun 2024.
Ketua : Yuliani Tamauka, Yuliwanto Randabunga
Sekretaris : Ernny Tangkudung
Bendahara : Gusni Pasongli
Tahun 2025.
Ketua : Yuliani Tamauka, Yoris Sendouw
Sekretaris : Gusni Pasongli
Bendahara : Ernny Tangkudung
Tahun 2026.
Ketua : Yuliani Tamauka, Yoris Sendouw
Sekretaris : Gusni Pasongli
Bendahara : Ernny Tangkudung
Sumber-sumber:
- Sejarah jemaat Kaima oleh Jootje Rumampuk
- Joris Sendouw
- Irland Aunsy
- Treis Wangko
- Trendi Sendouw
Catatan: Data-data dan aksara dalam penulisan ini masih akan direvisi dan disempurnakan.
GMAHK Jemaat Kema telah diorganisir secara administrasi tanggal 30 Mei tahun 2006, dan yang menjadi jemaat induk adalah jemaat Kaima.
Dalam catatan sejarah jemaat Kaima; “Pada tahun 1991 terjadi pengembangan jemaat yaitu dimulainya pelayanan sekolah Sabat cabang Kema yang tempat perbaktiannya dilaksanakan di rumah keluarga Wangko-Sumanti di wilayah Kema-II Lorong kiri sebelum jembatan desa Kema-2. Setiap sabat secara bergantian kelas-kelas sekolah Sabat datang melayani bersama dengan beberapa anggota jemaat yang ada disana. Saudara Henoch Pangalila ditunjuk sebagai ketua jemaat cabang Kema-II dan dengan kerja keras bersama seluruh anggota jemaat Kaima dibangunlah tempat perbaktian semi permanen di Kema-II. Namun oleh karena satu dan lain hal maka perbaktian jemaat Kema-II hanya sempat bertahan sampai tahun 1993 dimana akhirnya pengelolaan jemaat Kema-II beralih ke jemaat Kawiley tetapi ini juga tidak sempat bertahan dan akhirnya pelayanan di jemaat Kema-II berhenti tahun 1994.”
Menurut beberapa sumber sejarah, di antara tahun 1990-an sampai tahun 2000-an di desa Kema sudah mempunyai 3 titik pelayanan, yaitu antara lain; Kema II, Kema I dan Pimpin (di mana Jemaat Pimpin juga berada di kampung kema I namun terletak di wilayah jaga IX sedangkan Jemaat Kema I terletak di wilayah jaga VIII). Di tahun-tahun ini juga merupakan waktu pelayanan dari GMAHK Jemaat Kaima yang secara resmi dalam pembentukan cabang sekolah sabat Kema tepatnya di Kema I, dan di waktu yang sama beberapa jemaat lain seperti; Jemaat Kawiley dan Jemaat Treman juga memperhatikan pengembangan jemaat di wilayah Kema. Pelayanan ini juga telah dikuatkan oleh Pdt. Robert Siby dalam kesaksiannya Sabat 30 Mei 2026 dalam pembukaan khotbah di jemaat Kema, dimana mereka adalah anak-anak muda diwaktu itu bersama dengan Pdt. Ruddie Frans juga orang muda dan remaja lainnya yang tergabung dalam pelayanan PA Minardi yang seringkali mengadakan kunjungan pelayanan ke Kema dan Pimpin dalam bentuk acara PA, pementasan drama akhir zaman dsb.
Pelayanan sudah dimulai di desa Kama II di keluarga opa Wangko. Menurut kesaksian dari ibu Treis Wangko yang juga adalah anak dari Keluarga Wangko-Sumanti,
Pelayanan Penginjilan dan ibadah GMAHK di desa Kema sudah dimulai diperkirakan pada tahun 1950-an oleh keluarga Wangko-Sumanti, seiring dengan melaksanakan tugas Negara sebagai mantri tentara yang ditempatkan di desa Kema dan berdomisili tepatnya di desa Kema II. Berjalannya waktu, hasil koordinasi keluarga Wangko-Sumanti dan pimpinan GMAHK Daerah Minahasa Utara dan Maluku Utara begitu juga dari Institusi yaitu Universitas Klabat membuat beberapa ceramah, alhasil dalam pelayanan keluarga Wangko-Sumanti yang gigih dan konstan sehingga menghasilkan baptisan yang pertama yaitu Keluarga Sendouw-Wagiu yang juga dikenal dengan nama panggilan Opa Otan yang juga merupakan opa dan oma dari Trendi Sendouw.
Pada tahun 1996 ini, jemaat Kaima membuka Sekolah Sabat Cabang di desa Kema I yang perbaktiannya berlangsung di rumah keluarga Sendow-Gerungan yang dikenal dengan nama panggilan Tanta Keke (orang tua dari Yoris Sendouw). Anggota jemaat begitu giat melaksanakan perbaktian bersama beberapa keluarga anggota baru di Kema I dengan acara Sekolah Sabat (SS) yang dikoordinir oleh pemimpinnya Ztr. Rorimpandey-Kaunang dengan mengutus anggota kelas SS secara bergantian untuk pelayanan setiap Sabat. Atas upaya dari beberapa anggota jemaat Kema dan dikoordinasi oleh pimpinan Jemaat waktu itu yakni Pdt. Frans Togas (Ketua), Sdr. Lexi Palit (Ketua), Sdr. Andreas Mudeng (Ketua), Sdr. Jootje Rumampuk (Ketua), maka diusahakanlah upaya pencarian lahan untuk pembangunan gedung Gereja Kema. Maka atas pertolongan Tuhan melalui Keluarga Dodie-Ngantung yang tinggal di Amerika Serikat bersedia memberikan bantuan lahan untuk pembangunan Gereja yang representatif. Untuk pelayanan di Kema I maka ditunjuklah saudara Andreas Mudeng yang juga merupakan salah satu Ketua Jemaat Kaima pada waktu itu. Pelayanan dan perbaktian serta penarikan jiwa-jiwa di Kema I berjalan dengan lancar dimana setiap Sabat ada satu kelompok kelas Sekolah Sabat yang melayani disana. Pada bulan Juli tahun 1999 oleh donator keluarga Dodie-Ngantung yang bekerja di Amerika Serikat membeli dan menyumbangkan tanah pekarangan untuk tempat perbaktian. Dan dengan semangat yang tinggi bersama-sama dengan anggota Jemaat Kaima serta saudara-saudara anggota kelas Sekolah Sabat di Kema, dimulainya pembangunan gereja Kema I. Peletakan batu pertama dilakukan lewat ibadah yang dipimpin oleh Ketua Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur yaitu pendeta Reinhold Kesaulya, MPH. Dan sampai saat ini Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Kema I tetap ada dan berjalan dengan lokasi gereja di jalur jalan Kema-Bitung (Selengkapnya Sejarah Jemaat Kema I, ada di arsip GMAHK Jemaat Kema).
Pada tahun 1998 jemaat Kaima membuat cabang sekolah sabat di Kema I yaitu di rumah keluarga Sendouw Gerungan dan pada waktu itu dilayani oleh Pdt. Jefry Bakulu. Pelayanan, perbaktian serta penarikan jiwa-jiwa di Kema I berjalan dengan lancar.
Menurut kesaksian dari Joris Sendouw yang juga adalah anak dari keluarga Sendouw-Gerungan (tante Keke); Sebelum tahun 1998, Kampung Kema memiliki perbaktian sederhana dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Perbaktian tersebut berada tepatnya di tiga titik dalam cakupan pemerintahan desa Kema yaitu Kema I dan Kema II. Di kema I terdapat dua perbaktian, yaitu Pimpin dan Kema I. Saat itu kumpulan ibadah hanya dihadiri oleh beberapa orang atau keluarga. Keluarga-keluarga ini tersebar dalam perbaktian di Kema I, Kema II dan Pimpin yang sedianya memiliki jemaat induk masing-masing, yaitu GMAHK Jemaat Kawiley, GMAHK Jemaat Kaima dan GMAHK Jemaat Treman. Umat-umat Tuhan ini berdomisili di desa Kema sehingga dari jemaat induk masing-masing membuat perbaktian dan cabang pelayanan atau Cabang Sekolah Sabat di desa Kema.
Pelayanan dan ibadah Sabat berlangsung dengan baik dan harmonis dan ini dibuktikan dan menurut kesaksian, mereka seringkali saling berkunjung dan menjalankan ibadah antara cabang sekolah sabat (CSS) atau waktu-waktu tertentu ada gabungan bersama.
Berjalannya waktu, Pelayanan Jemaat Kema dan pembangunan fisik gereja tetap berlangsung dan pada hari Minggu tanggal 2 Juni 2019 diadakan serah terima sebidang tanah gereja dari Keluarga Dodie-Ngantung kepada GMAHK Kema dengan ditandatangani surat hibah.
Jemaat Kema diorganisir pada tanggal 30 Mei Tahun 2006.
Pioneer Jemaat:
1. Kel. Sendouw - Gerungan
2. Kel. Sendouw - Malonda
3. Kel. Sendouw - Kaseger
4. Kel. Tuerah - Kasim
5. Kel. Madeole - Suharjo
6. Kel. Oma Mariyam
7. Kel. Sumual - Sendouw
8. Kel. Togas - Sumendap
9. Kel. Ganda - Sampelan
10. Kel. Wijoyo - Murni
11. Kel. Lomboan - Wewengkang
12. Kel. Sundah - Korengkeng
13. Kel. Saroinsong - Lolowang
Pertambahan keanggotan jemaat (Tahun 2006):
- Ernny Tangkudung
- Aresta Daraeng
- Budi Utomo
- Julita Sundah
- Polin Watuna
- Meylan Mononutu
Hingga tahun 2022 Sudah beranggotakan 85 orang anggota baptis dan jumlah keseluruhan termasuk dengan anak-anak dan yanb belum dibaptis berjumlah 110 orang.
Pendeta-pendeta yang pernah melayani:
1. Pdt. Ruddie Frans
2. Pdt. Arifin Wijoyo (Alm)
3. Pdt. Jacky Luturmas
4. Pdt. Jimmy Mumek
5. Pdt. Vicky Tiwow
6. Pdt. Arjan Kodina
7. Pdt. Thomas Natty
8. Pdt. Jhon Makalew
9. Pdt. Frans Kaparang
10. Pdt. Jonathan Fallo
11. Pdtm. Kiven Kawonal (April - Juli 2025)
12. Pdt. Frans Bihoy (1 Agustus 2025 -)
Officers Jemaat:
Tahun 2006.
Ketua : Yurim Lomboan, Jorij Sendouw
Sekretaris : Lukas Madeole
Bendahara : Elisabet Kaseger
Tahun 2007.
Ketua : Yurim Lomboan, Jorij Sendouw
Sekretaris : Lukas Madeole
Bendahara : Yakob Sendouw
Tahun 2008.
Ketua : Yurim Lomboan, Jorij Sendouw
Sekretaris : Lukas Madeole
Bendahara : Ernny Tangkudung
Tahun 2009.
Ketua : Yakob Sendouw, Jorij Sendouw
Sekretaris : Lukas Madeole
Bendahara : Ernny Tangkudung
Tahun 2010.
Ketua : Yakob Sendouw, Jorij Sendouw
Sekretaris : Lukas Madeole
Bendahara : Ernny Tangkudung
Tahun 2011.
Ketua : Jorij Sendouw, Lukas Madeole
Sekretaris : Polin Watuna
Bendahara : Ernny Tangkudung
Tahun 2012.
Ketua : Jorij Sendouw
Sekretaris : Polin Watuna
Bendahara : Ernny Tangkudung
Tahun 2013.
Ketua : Jorij Sendouw
Sekretaris : Polin Watuna
Bendahara : Ernny Tangkudung
Tahun 2014.
Ketua : Jorij Sendouw
Sekretaris : Polin Watuna
Bendahara : Ernny Tangkudung
Tahun 2015.
Ketua : Jorij Sendouw
Sekretaris : Polin Watuna
Bendahara : Fransin Langi
Tahun 2016.
Ketua : Jorij Sendouw, Aldus Sahala
Sekretaris : Ernny Tangkudung
Bendahara : Polin Watuna
Tahun 2017.
Ketua : Jorij Sendouw, Aldus Sahala
Sekretaris : Ernny Tangkudung
Bendahara : Polin Watuna (dilanjutkan oleh ketua Jorij Sendouw
Tahun 2018.
Ketua : Jorij Sendouw, Aldus Sahala
Sekretaris : Ernny Tangkudung
Bendahara : Trendy Sendouw
Tahun 2019.
Ketua : Jorij Sendouw, Aldus Sahala
Sekretaris : Ernny Tangkudung
Bendahara : Trendy Sendouw
Tahun 2020.
Ketua : Trendy Sendouw, Syenny Bobane
Sekretaris : Ernny Tangkudung
Bendahara : Jorij Sendouw
Tahun 2021.
Ketua : Aldus Sahala, Syenny Bobane
Sekretaris : Ernny Tangkudung
Bendahara : Jorij Sendouw
Tahun 2022.
Ketua : Syenny Bobane, Ivonne Mamentu
Sekretaris : Ernny Tangkudung
Bendahara : Jorij Sendouw
Tahun 2023.
Ketua : Syenny Bobane, Joris Sendouw
Sekretaris : Ernny Tangkudung
Bendahara : Gusni Pasongli
Tahun 2024.
Ketua : Yuliani Tamauka, Yuliwanto Randabunga
Sekretaris : Ernny Tangkudung
Bendahara : Gusni Pasongli
Tahun 2025.
Ketua : Yuliani Tamauka, Yoris Sendouw
Sekretaris : Gusni Pasongli
Bendahara : Ernny Tangkudung
Tahun 2026.
Ketua : Yuliani Tamauka, Yoris Sendouw
Sekretaris : Gusni Pasongli
Bendahara : Ernny Tangkudung
Sumber-sumber:
- Sejarah jemaat Kaima oleh Jootje Rumampuk
- Joris Sendouw
- Irland Aunsy
- Treis Wangko
- Trendi Sendouw
Catatan: Data-data dan aksara dalam penulisan ini masih akan direvisi dan disempurnakan.